Sabtu, 12 Januari 2013

#FF Sweet Rivals [ONE SHOOT]



Genre : romance
Cast :   Kim Yoo Shi
                Jo Youngmin
                Gyuri
                Park jung soo
Cameo : Min ah

Kim Yoo Shi POV
“Mau sampai berapa lama lagi!” teriak angelo park dari ruangannya.
“Sedang aku selesaikan tuan, sebentar lagi.” Balasku. Hufth. Ini memang hari yang sangat sulit terutama bagiku. Belum selesai membuat rancanganku sendiri malah sekarang aku juga kebagian mengerjakan rancangan tuan park. Untungnya cukup menyelesaikan bagian ini tugasku akan selesai dan aku bisa membuat rancanganku kembali, “omo! Tanggal berapa ini?” aku membuka kalender di atas meja kerjaku, hari ini adalah tanggal lima, “Mwo? Kenapa secepat ini? Tuan park memang sangat keterlaluan!” gerutuku.
“Apa yang kau katakan nona Kim?”
“Aniya… bukan apa-apa tuan, hanya rancangan ini sangat indah!”
“Sudah ku pastikan itu, aku kan seorang jenius.”
Huft.. lagi-lagi aku menghela nafas, aku lupa kalau bos ku, tuan park ini memiliki pendengaran yang sangat tajam untung saja ia tidak mendengar. Tapi bagaimana aku menyelesaikan rancangan ku sebelum tanggal 10! “Astaga ini tidak mudah!”
Setelah aku menyelesaikan jahitan di rancangan ini aku segera bergegas menuju ruangan bos ku, aku hanya ingin cepat-cepat pulang dan tidur, ini sudah lewat dari tengah malam.
“tuan park, ini sudah aku selesaikan.”
Angelo park memalingkan pandangannya dari buku desainnya kearahku. Ia memerhatikan gaun yang aku bawa.
“Bawa kemari.” Aku pun menurut.
“Kerja bagus, aku yakin kau bisa melakukannya, kau memang perancang yang berbakat nona Kim, tidak salah aku mempercayakan tugas ini padamu, aku puas.”
Senyum lebarku mengembang. “Terima kasih tuan park.”
“Baiklah nona, kau sudah bekerja dengan sangat keras hari ini, kau boleh pulang dan beristirahat.” Angelo park memakaikan gaun tadi kepada patung dan tersenyum kepadaku. Ada kalanya laki-laki berumur 49 tahun ini sangat baik hati dan menyenangkan.
“Baiklah tuan, aku permisi pulang. Sampai besok.”
Aku berbalik membuka pintu dan keluar dari ruangannya. Mission complete!

Jo Youngmin POV
“Youngmin-ah… mau sampai kapan kau menolaknya? Dari semua top model yang ada kau menolaknya begitu saja, bahkan artis dari Paris itu kau tolak juga? Astaga aku tidak bisa mempercayai ini.”
“Hyung, aku bisa memilihnya sendiri.” Kataku datar, lagi-lagi kakak laki-lakinya ini berceloteh.
“Hash… kalau kau bukan adik ku sudah aku tolak mentah-mentah sejak awal. Youngmin-ah… aku beri kau waktu satu minggu, kalau tidak aku akan menerima tawaran penyanyi lain, mereka juga membutuhkan jasa sutradara sepertiku. Konsep sudah aku yang menentukan yang pasti sesuai dengan lagumu, kau hanya perlu mencari modelnya saja!” park jung soo mendesah kesal dan meninggalkan ruang tv.
Dimataku tidak ada yang menarik dari yeoja-yeoja yang hyung tawarkan, tidak sesuai dengan keinginanku. Bagaimana aku bisa berakting bagus kalau modelnya nanti tidak sesuai dengan pilihanku. Aku tidak mau MV ku nanti hancur berantakan. Bisa-bisa aku jadi gagal comeback.
“haaah… ini menyusahkan saja!” aku mengambil jaket, beberapa uang dan ponselku, “suasana dirumah membuatku suntuk.” Baru aku membuka pintu garasi tidak ada mobil kesayanganku disana. “Hash apa perbaikan mobil memakan waktu selama ini?” benar-benar tidak ada jalan keluar, mau tidak mau aku harus menaiki kereta. Aku sampai di stasiun bawah tanah, menunggu kereta yang akan membawaku ke sungai han. Beberapa menit kemudian kereta itu datang. Tidak kurang dari 15 menit aku sampai di sungai han. Langkah kaki membawaku ke distrik-distrik mewah yang berkawasan di Gangnam, kawasan yang tidak pernah tidur di korea selatan.
“Aigo… lihat perempuan ini, ckckck menghabiskan uang sampai larut malam hanya untuk bersenang-senang disini, ini benar-benar pemborosan.” Langkahku terhenti pada seorang wanita yang berdiri mematung di depan etalase milik GUCCI. Aku mulai berjalan menghampirinya dan berdiri disampingnya.
“Chagiya… tunggu sampai kau berada ditanganku,ne?” refleks aku mendelik ke arahnya apa jangan-jangan wanita ini adalah psikopat? Wanita itu mengelus-elus kaca etalase yang memajang handbag keluaran terbaru milik GUCCI.
“Berapa harganya untuk ini?” Tanya ku kepada gadis itu.
“500 USD. Eh..” wanita itu menoleh kearahku dengan tatapan yang sangat aneh, ia mengeluarkan telunjuk dari saku jaketnya tepat di wajahku. “Memang kenapa dengan tas ini? Tidak ada satu orang pun yang bisa membelinya, ini akan menjadi milikku, ara?!” ia mendengus dan berbalik menatap etalase hanbag DIANA merk GUCCI itu. “Gwaenchana chagiya.. gwaenchana.”
“Aigo… mungkinkah dia memang benar-benar seorang psikopat?” aku membatin. “Ya! Itu hanya tas, aku sanggup membeli lima buah sekaligus, memangnya kau siapa berani melarangku?”
“Ya! Disini aku yang pertama kali melihatnya, satu tahun yang lalu aku sudah melihatnya. Ini akan jadi milikku.” Balas wanita itu tidak mau kalah.
“Perempuan ini sangat menarik.” Seruan suara entah darimana asalnya berhasil masuk ke dalam otak ku, mungkin benar wanita ini menarik.
“Baiklah, kita lihat saja siapa yang akan lebih awal mendapatkannya.”
“Ya! Kau kan seorang namja! Ini tas yeoja! Atau jangan-jangan…”
“Sebaiknya hentikan pikiran anehmu itu, aku tau aku seorang namja dan aku normal! Aku bukan penyuka sesama jenis, ini untuk kekasihku kau tau!”
“Terserah saja… tapi aku tidak akan membiarkanmu merebut tas ini. Tidak akan pernah.”
“Kita buktikan saja, kecuali kau melakukan sesuatu untukku aku tidak akan mengusik tas ini lagi, bagaimana?”
“Apa maksudmu?”
“Sepertinya aku sudah sangat jelas mengatakannya tadi, nona.”
“Apa… kau.. kau seorang maniak hah! Kau suka memperkosa wanita! Aku tidak mau!”
“Ya! Aku bukan orang yang seperti itu! Aku orang baik-baik, aku hanya ingin kau membantu pekerjaanku, itu saja.”
“Syukurlah, selama itu tidak melanggar hukum tidak masalah asalkan kau lepaskan tas incaranku ini.”
“Ini tidak akan melanggar hukum sama sekali.”
“Jadi apa pekerjaannya?”
“Jadilah model video musik ku.”
“Baikl… M.. MWORA???????”

Kim Yoo Shi POV
Akhirnya aku terbebas dari tuan park, badan ini sudah tidak sabar untuk di istirahatkan. “Aigo… lelah sekali hari ini.” Langkahku terhenti di depan sebuah etalase yang sudah tiga bulan terakhir sering ku kunjungi setiap berangkat kerja ataupun pulang kerja.
“Ah.. chagi, kau masih disitu rupanya. Tas ini benar-benar idamanku.” Ku elus etalase itu dengan sayang, tas dambaanku selama ini. “Chagiya… tunggu sampai kau berada ditanganku,ne?”
“Berapa harganya untuk ini?” aku tersentak dan nyaris terjatuh saking terkejutnya, sejak kapan ada namja asing berdiri tepat disampingku, darimana datangnya?
“500 USD. Eh..memang kenapa dengan tas ini? Tidak ada satu orang pun yang bisa membelinya, ini akan menjadi milikku, ara?! Gwaenchana chagiya.. gwaenchana.”
“Ya! Itu hanya tas, aku sanggup membeli lima buah sekaligus, memangnya kau siapa berani melarangku?” aigo…. Sombong sekali laki-laki ini, tas seharga 500 USD bisa ia beli lima sekaligus, omona…. Angkuh sekali dia.
Kami saling berdebat, saling adu argumentasi untuk mendapatkan tas ini tepatnya kepada-siapa-tas-ini-akan-diberikan-nantinya. Hingga akhirnya namja disampingku ini menawarkan sesuatu kepadaku kalau aku menyanggupinya maka ia tidak akan mengusik tas ini lagi.
“Jadilah model video musik ku.”
Haha hanya menjadi model video musik tak masalah “Baikl...” tapi apa model???? “M..MWORA???????”
“Apa aku harus mengulangnya lagi nona?”
“Tapi kau bilang model? M.O.D.E.L?”
“Ya, aku yakin tadi sudah mengatakannya dengan jelas. Bagaimana?”
“Tapi aku...”
“Begini saja, ini kartu namaku kau bisa menghubungiku begitu kau setuju, aku beri kau waktu selama tiga hari.” Ia memberiku secarik kartu nama dan ia pun pergi begitu saja. Namja yang sangat aneh. “Omo... mungkinkah ini hanya reality show saja?!” aku mengedarkan pandang ke seluruh penjuru, takut kalau yang aku khawatirkan benar dan banyak kamera tersembunyi disini, tapi sayangnya tidak ada satupun kamera, hufth... syukurlah.
Thursday, 08.01.13 8.45 KST
Ini sudah hari ketiga dan aku belum sempat memikirkannya aku terlalu sibuk dengan rancanganku, eotteohke? Bagaimana sekarang? Kalau ia bisa membeli tas itu 5 buah bukankah dia seorang jutawan? Atau mungkin konglomerat? Bisa saja ia menyuruh pengawalnya mencariku? Omo... aku tidak mau.
“Baiklah Yoo Shi-ah... pikirkan baik-baik, ujian akan dimulai tanggal 10, malam ini kau bisa menyelesaikan rancangan dan kalau kau menyanggupi menjadi model MV tas itu tidak akan diusik lagi, mungkin syuting ini tidak memakan waktu yang lama, demi tas itu kau harus melakukannya, HARUS! Haruskah aku menghubungi namja ini sekarang? Oh sial ku letakkan dimana kartu nama itu? seingatku ku letakkan di laci meja, ah iya ini dia.” Dengan sedikit ragu, aku menekan beberapa angka di kartu nama itu 001-258-xxx-xxx-x. Tersambung. Tidak ada suara diseberang sana selama beberapa menit dan akhirnya telepon itu mati digantikan suara operator. “Haaasshh! Laki-laki ini sengaja mempermainkanku rupanya!”
ponselku bergetar, ada nomor tidak dikenal menghubungiku. “Ya! Waeyo?” teriak ku keras tepat di dering pertama.
“Aigo... nona kau bisa memecahkan gendang telinga ku. Kau siapa?” jawab seorang namja diseberang sana.
“Ya! Kau yang siapa???”
“Tapi tadi kau yang menghubungiku? Apa kau wanita aneh di depan etalase itu ya?”
“Mwo? Aneh kau bilang? Siapa yang kau sebut aneh?”
“Jadi apa jawabanmu?”
“Baiklah, tapi asal kau tidak mengusik tas itu lagi. Aku mau.”
“Baiklah, kau sekarang dimana? Waktu syutingnya sudah tidak lama lagi, aku akan ketempatmu dan kita akan membicarakan masalah syuting itu.”
“Hey... memangnya kau siapa? Aku bahkan tidak mengenalmu.”
“Kau kan bisa membaca, ada namaku di kartu nama itu.”
“Oh, iya benar juga.”
“Dasar aneh!”
“Hyaaa!!! Siapa yang kau sebut aneh?”
“Dimana kau sekarang?”
“Di kantorku. Daerah Gangnam.”
“Aku sudah hampir sampai.”
“Apa? Bagaimana bisa?”
“GPS.” Dan telepon itu terputus. Laki-laki ini sungguh menyebalkan! Semoga keputusanku tidak salah untuk bekerja sama dengannya.
“Ashh.. dia bisa membuatku mati karena marah!”
“Omo...! artis Jo Youngmin berada disini!” teriak salah seorang staf pria dikantorku.
“Jo Youngmin? Nama yang sangat familiyar. Siapa dia?” tanya ku ke salah seorang perancang seumuranku yang sedang sibuk menggambar sketsa di box sebelah kanan.
“Apa? Kau tidak tau siapa itu Jo Youngmin? Aigo... Yoo Shi-ssi, kau hidup di era Joseon huh? Dia adik tiri Park Jung Soo, artis yang sekarang menjadi sutradara terkenal itu, kau sama sekali tidak tau?” aku pun menggeleng dan wajahnya langsung berubah putus asa. “Yoo Shi-ssi, kau sama sekali tidak tau? Jeongmal? Jo Youngmin adalah penyanyi terkenal, namanya sangat melambung, dan katanya banyak artis wanita yang patah hati karena ia tipe orang yang sangat pemilih, aku dengar ia akan mengadakan comeback dan tour besar-besaran di tahun ini. Dan yang lebih menghebohkan lagi, angin apa yang membawanya datang kesini? Ke kantor kecil ini? Siapa yang akan ia temui? Tuan Park? Oh aku harusnya menerima tawaran waktu itu agar aku bisa dekat dengan Jo Youngmin. Ash... aku bodoh sekali.”
“Aigo... Min ah-ssi, kau terlalu sering menonton drama di tv. Kau sangat hiperbola hari ini.” ya, memang benar aku tidak tau siapa itu Jo Youngmin artis yang mereka sebut-sebut tadi, melihat wajahnya saja tidak pernah, sudah satu bulan lebih aku tidak memiliki waktu luang terlebih lagi hanya sekedar untuk menonton tv. Baiklah... kita lihat bagaimana wajah artis ini.
“OMO... DIA MENDEKAT!” teriak Min ah tepat di telinga kananku. “Yoo Shi-ssi.. itu dia, itu Jo Youngmin! Dan Oh... DIA BERJALAN KEARAHKU! IA AKAN KESINI.”
“Dia...” aigo... namja itu seorang artis? Sedetik kemudian namja yang disebut-sebut bernama Jo Youngmin itu sudah berdiri di hadapanku, namja yang ku temui beberapa hari kemarin, yang sempat beradu denganku memperebutkan tas di sebuah etalase! Omona.. dan Min ah memasang wajah sinisnya tepat kepadaku.
“Tidak susah mencari tempat ini, kita tidak punya banyak waktu, ayo ikut aku.”
“Tapi aku...” namja itu sudah menarik pergelangan tanganku dan membawaku pergi dari kantor.
“Hya... kau berhutang pada kami semua.” Teriak Min ah dari mejanya.
“Aku tidak melakukan apapun!” teriak ku kemudian.
Kami sampai di pintu masuk kantor ku.
“Kau siap?” tanyanya.
“Apa maksudmu?”
“Pada hitungan ketiga kau harus bersembunyi dan jangan memberontak, oke. Hana... deul... set!” tanpa babibu lagi namja ini menarik ku kedalam dekapannya dan melindungi wajahku dengan jaket yang ia kenakan.
“Omo... ada apa?”
“Diam saja, kau harus masuk.”
“Itu... dia! Itu Jo Youngmin!” teriak seseorang di belakang kami dan disambut suara-suara lain seperti langkah seseorang yang berlari. “Cepat ambil gambarnya! Foto dia!”
Kami mengendarai Hyundai Santa Fe meninggalkan kerumunan wartawan.
“Ada apa dengan mereka?”
“Aku tidak mau mereka melihatmu sebelum saatnya.”
“oh iya, tentu saja, kau kan artis.”
“Mau tidak mau kita akan syuting malam ini juga. Hyung sudah mengubah jadwalnya karena ia akan ke Paris.”
“Ap.. Apa? Tapi aku tidak memiliki pengalaman sebelumnya.”
“Justru itu, kita akan diskusikan nanti bersama Hyung.”

Jo Youngmin POV.
“Youngmin-ah... aku harap kau sudah mendapatkan model videomu, kita akan melakukan syuting malam ini, semuanya sudah aku persiapkan kru juga akan stand by di lokasi.”
“Tapi hyung... kenapa jadi berubah bukannya satu minggu lagi?”
“Ne, tapi ada keperluan mendadak, aku harus ke Paris secepatnya. Ada proyek besar disana.”
“Tidak bisa ditunda?”
“Andwaeyo... baiklah, bawa modelmu itu sekarang juga, aku sudah bersiap-siap di lokasi.”
“Tapi hyung...” tut tut tut “Yoboseo? Yoboseo? Hyung! Ash... kemana aku harus mencari model MV, wanita itu belum meneleponku sampai saat ini? Arrghhh! Merepotkan saja!”
1 Missed call.
“Nomor siapa ini?”
“Ya! Waeyo?”
“Aigo... nona kau bisa memecahkan gendang telinga ku. Kau siapa?”
“Ya! Kau yang siapa???”
“Tapi tadi kau yang menghubungiku? Apa kau wanita aneh di depan etalase itu ya?”
“Mwo? Aneh kau bilang? Siapa yang kau sebut aneh?”
“Oh.. geurayo, “Dimana kau sekarang? Ne.. aku hampir sampai.” Telepon terputus.
“Sial!” gerutuku, “wartawan itu mengikutiku sampai kesini” aku melirik kearah spion mobil kanan dan melihat beberapa mobil van melaju kearahku. Rupanya wanita ini seorang perancang.“Tidak susah mencari tempat ini, kita tidak punya banyak waktu, ayo ikut aku.”
Setelah aku berhasil menemukannya aku segera membawanya keluar sebelum wartawan itu sampai dan membuat skandal yang aneh.
“Mau tidak mau kita akan syuting malam ini juga. Hyung sudah mengubah jadwalnya karena ia akan pergi ke Paris.”
“Ap.. Apa? Tapi aku tidak memiliki pengalaman sebelumnya.”
“Justru itu, kita akan diskusikan nanti bersama Hyung.”
DAG DIG DUG. Aigo... “Ada apa denganku? Youngmin-ah... kau sudah sering bersama wanita saat bekerja kau sudah sangat profesional sejauh ini, tapi kenapa? Kenapa hanya dengan mendekap wanita ini, duduk berdampingan dengannya jangtungmu berulah seperti ini?”
“Ini sangat aneh!” tanpa sadar apa yang aku pikirkan terucap olehku.
“Apa maksudmu aneh?”
“Aniya... hanya saja ini terasa aneh.”
Mobil kami sampai di sebuah gedung dengan beberapa mobil van di dalamnya.
“Dimana ini?” tanya wanita itu.
“Ini lokasinya. Ayo turun dan masuk.” Wanita itu menurut dan berjalan dibelakangku.
“Oh Youngmin-ah... kau sudah datang.” Teriak Hyung yang melihat kedatanganku. “Jadi dimana modelnya?”
“Ini dia.” Jawabku tanpa minat.
“OOH... aku tau seleramu sangat bagus dongsaeng! Dia cocok sekali untuk MV kita. Kemarilah nona.”
Aku dan wanita itu sudah duduk berhadapan dengan hyung. Ia menjelaskan semua adegan yang akan kami perankan. Hingga tiba saatnya kami mulai di make up oleh make up artis yang sering bekerja sama denganku dalam pembuatan MV.
“Sepertinya pasanganmu kali ini sangat gugup, siapa namanya?” tanya Yoon make up artisku.
“Bukankah semua wanita selalu seperti ini sebelumnya?”
“Ya benar, dan berakhir dengan mereka semua patah hati karena kau tidak pernah merespon kecuali saat bekerja.”
“Aku hanya bersikap profesional nuna.”
“Aku tau, kau sangat profesional.”
“Hahaha.”
“Hey kau belum menjawabnya?”
“Siapa?”
“Gyuri. Top model itu.”
“Aku tidak berniat menjawabnya, aku tidak menyukainya.”
“Apa karena banyak skandal yang melibatkannya?”
“Bukan, hanya saja dia bukan tipe ku.”
“Aigo... berarti benar apa kata mereka, kau sangat pemilih.”
“Hahaha, kau tentu mengenalku nuna.”
“Sudah selesai, temui lawan mainmu, aku takut ia akan jatuh pingsan karena gugup.”
“Arasseo.”

Kim Yoo Shi POV.
“Sepertinya kau tegang.” Aku tidak menyadari kedatangan laki-laki itu dan tiba-tiba saja ia sudah berdiri dibelakangku.
“Sedikit, karena ini pertama kalinya aku berakting.”
“Aku tau, tapi kau harus melakukan yang terbaik untuk MV ku.”
“Aku mengerti.”
“Kalau kau sudah siap kita bisa turun sekarang, hyung sudah mengomel sejak tadi.”
“Hahaha... ne.” Aku pun mengembangkan senyum terbaikku kepadanya. “chogiyo..”
“Ye?”
“Maaf aku sudah sangat tidak sopan.”
“Doesn’t matter.”
Kami sudah tiba di lokasi untuk pengambilan gambar pertama. Aku hanya harus duduk memandang keluar jendela sambil memegang sebuah kotak musik. Park jung soo bilang tema untuk MV ini adalah mencintai seseorang secara diam-diam. “Baiklah Yoo Shi, kau harus berusaha kali ini. Fighting!” aku menyemangati diriku sendiri.
Camera rolling action!
“Pertahankan ekspresi itu, yak.... yak... sedikit lagi. Lebih menghayati lagi! CUT!” kata si sutradara. “Wah... kau sangat berbakat untuk ini. Lihat ini kau sangat menjiwai sekali.”
“Gamsahamnida sunbaenim.” Aku membungkukkan badan sebagai tanda hormat. Selanjutnya giliran Youngmin yang melakukan syuting.
Kami sudah menghabiskan waktu sekitar 7 jam untuk syuting ini, rupanya MV yang hanya beberapa menit tidak sepadan dengan saat pengambilan gambarnya yang memakan waktu berjam-jam, ada kala kami berbuat kesalahan dan mengulangnya lagi. Untunglah tuhan memberiku anugerah kesabaran yang sangat luar biasa ^^V
Kini aku dan Youngmin berada di dalam satu frame, dimana kami harus beradu akting berdua. Ceritanya aku menemukan seseorang yang selama ini memberiku puisi setiap hari yang selalu menghadiahiku mawar dipagi hari dan memberiku sebuah kotak musik. Oh “Omona... mengapa aku bergetar, perasaan apa ini? Yoo Shi-ah... kau tidak boleh gugup.”
“Baiklah... sebaiknya adegan kissing nanti kalian melakukannya dengan baik, aku tidak mau ada kesalahan sedikitpun.”
“Apa? Kau bilang kissing?” teriakku yang tanpa kusadari bersamaan dengan teriakan Youngmin.
“Ya... semuanya sudah sesuai skenario, kalian harus melakukannya.” Dan tentu saja kali ini jantungku berdebar dua kali lipat. Omona~~~
“Baiklah kita mulai dari Yoo Shi membuka pintu dan menemukan Youngmin sedang menaruh mawar di depan pintu, dan kemudian berlanjut ke ruang tamu dan selanjutnya kissing cappucino!”
“Ne~” sahutku dan youngmin pasrah.
Camera rolling action!
Aku mulai meminum cappucino dilanjutkan Youngmin memandangku dengan tatapan yang sepertinya siap-siap membunuhku. “Aigo... kau tidak boleh gugup Yoo shi!” Youngmin mulai mendekatkan wajahnya ke arahku saat cappucino ini tertinggal di bibir atasku ia semakin dekat dan ia memiringkan kepalanya, aku bisa merasakan hembusan nafasnya di wajahku, kami begitu dekat. Dan :*
“It’s a Wrap~~~!” teriak sutradara dari pengeras suara. “Bagus! Ending yang sangat bagus! Kalian semua sudah berusaha sangat keras, semuanya berkemas dan tidur nyenyak.” Senyum Park jung soo puas. Dan semua kru sudah memulai berkemas-kemas.
“Annyeong~~~ oppa kau disini rupanya.” Sebuah suara muncul dari arah pintu masuk, tepatnya suara seorang gadis yang membawa kantong kresek berisi makanan jepang.
“Oh Gyuri-ssi.” Sahut Jung Soo. “Dia ada di ruang make up.”
“Baiklah oppa aku akan menyusulnya.” Wanita itu pergi ke arah ruang make up dan aku menyusulnya dari belakang.
“Aigo.. Youngmin-ah kau tampak lelah hari ini.” Wanita itu tanpa aba-aba sudah melingkarkan lengannya di leher Youngmin.
“Lepaskan aku Gyuri.”
“Aigo.. kau masih menolak ku? Oya aku membawakan makanan jepang untuk kalian semua.”
“Bagaimana kau tau aku disini?”
“Hey aku Gyuri, kau tau?”
“Aku sudah sangat tau!”
“Kenapa kau tidak memakaiku di MV kali ini?” dan Oh... wanita itu mencium pipi Youngmin! Tepat dihadapanku. “Aigo... kenapa aku menjadi sangat gerah seperti ini.” Rutukku dalam hati. Sepertinya Youngmin melihatku tatapan matanya di cermin berhasil melihatku yang berdiri mematung diambang pintu.
“Gyuri kita harus bicara.” Youngmin menarik wanita itu keluar melewatiku tanpa berkata apa-apa.
Jo Youngmin POV.
“Gyuri kita harus bicara.”
“Ada apa?”
“Aku tidak suka kau seperti itu.”
“Apa maksudmu Youngmin-ah?”
“Berhenti menemuiku lagi, berhenti membawakanku makanan, berhenti melakukan hal yang sangat membuatku terganggu. Karena sekeras apapun kau mencoba aku tidak akan pernah melihatmu.”
“Yongmin-ah....”
“Aku tidak pernah menyukaimu. Itu yang sejak dulu ingin ku katakan. Kau seharusnya tidak perlu repot-repot membuang waktu untukku. Kau bukan tipe ku. Mianhae.”
“Youngmin aku tidak percaya kau mengatakan itu di depanku.” Matanya mulai berkaca-kaca dan ia pun terisak. “AAARRGHHH... apa semua wanita di takdirkan untuk menangis????”
“Aku harus kembali, ada seseorang yang menungguku.”
“Siapa? Apa model itu?”
“Iya, aku menyukainya.” Aku berbalik dan meninggalkannya di balkon, aku tidak pernah betah melihat seorang wanita menangis. Tepat di ruang make up aku melihat Yoo Shi.
“Yoo Shi...” aku memegang pundaknya
“Oh, ne? Mianhae.”
“Kau menangis?”
“Aniya... aku baik-baik saja.”
“Yoo Shi, apa kau merasakannya?”
“Apa maksudmu?”
“Saat adegan tadi apa kau merasakannya? Karena aku tadi merasakannya. Hawa aneh yang membuat tubuhku hangat dan jantungku berdetak dua kali dari biasanya. Apa kau juga merasakannya?”
“Aku merasakannya.” Ia mulai berbalik dan menatapku.
“Lalu, apa yang akan kau lakukan?” tanyaku kemudian setelah keheningan menyelimuti kami beberapa saat lalu.
“Entahlah.”
“Aku menyukaimu.” Kataku cepat, mungkin terlalu cepat. “Aish.. paboya!” rutuk ku dalam hati.
“Apa?”
“Aniya... hehehe aku akan mengantarmu pulang.”
“Baiklah.”
“Bagaimana kalau aku mentraktirmu makan malam, kau tau dimana restoran yang paling enak?”
“Dalam rangka apa?”
“Karena kau sudah bersedia menjadi modelku.”
“Baiklah, aku tau tempatnya.”
10 menit kemudian.
“Kau tidak bilang kita akan ke restoran? Ini warung pinggir jalan.” Aku tidak menyangka ia malah membawaku kesini, tempat macam apa ini? Mungkin ia memang benar-benar psikopat. Tapi...
“Aku ingin makan toppoki. Makanan disini sangat bersih, kau tidak perlu khawatir, kau tidak akan sakit setelah makan disini.”
“Aku harap aku bisa mempercayainya.”
“Terserah kau saja! Ahjumma... aku pesan toppoki dan dua soju.”
Akupun mengalah dan akhirnya kami menghabiskan malam di warung pinggir jalan dengan memakan toppoki dan sebotol soju. Entah bagaimana menggambarkannya, bagaimana menurutmu jika kau makan bersama seorang wanita yang kau anggap psikopat dan menghabiskan toppoki bersama di warung pinggir jalan? Entahlah aku merasa sangat nyaman aneh bukan? Tanyakan saja pada author ini! Dia yang membuat cerita ini aneh! -_-“
“Aku ingin pulang.” Katanya kemudian setelah menghabiskan sepiring panas toppoki.
“Baiklah, aku akan mengantarkanmu.”
Kim Yoo Shi POV
“Jadi ini tempat tinggalmu?”
“Ne... kalau begitu aku akan masuk. Terima kasih sudah mengantarku.”
“Kau tidak menawariku masuk terlebih dulu?” aish mau apa lagi namja ini!
“Kau ingin masuk?” kataku dengan suara yang sangat datar.
“Kapan-kapan saja, oya gajimu akan aku antarkan besok.”
“Tidak usah, tas itu kau lepaskan saja aku sudah sangat senang. Aku akan masuk, selamat malam.”
Aigo.... aku tidak bisa merasakan badanku sendiri, aku ingin tidur~~~
“Yoo Shi-ah ada apa denganmu? Dia seorang artis kau tidak boleh menyukainya, kalian sangat berbeda. Kau harus lupakan ini semua.” Huft.
Jo Youngmin POV.
“Tidak usah, tas itu kau lepaskan saja aku sudah sangat senang. Aku akan masuk, selamat malam.”
“Selamat malam.”
Aneh sekali, wanita ini tidak seperti biasanya, ah mungkin hanya perasaanku saja.
Jo Youngmin POV end.
Keesokan harinya.
Kim Yoo Shi POV.
“Ayo katakan padaku, ada hubungan apa kau dengan Jo Youngmin?” sambar Min ah dari balik box.
“Aigo... kau mengagetkanku, aku baru saja sampai setidaknya biarkan aku beristirahat,”
“Aish.. ada apa dengan matamu? Lingkaran hitam apa itu? Pasti kalian melakukan sesuatu kan semalam?”
“Kau memang seorang ratu gosip min ah, aku tidak melakukan apapun, aku hanya syu... aniya, aku hanya menyelesaikan rancanganku sampai pagi.”
“Jeongmal?”
“Ne!” aarrgh.. mianhae Min Ah kali ini aku harus berbohong, aku tidak menyelesaikan rancangan, aku hanya tidak bisa tidur karena bayangan Jo Youngmin terus berada di pikiranku. Tuhan... jangan catat ini kedalam buku dosaku, jebal L
Min Ah terlihat menimbang-nimbang perkataanku, dikira aku berkata jujur ia lalu kembali ke tempatnya.
“Tapi ada apa kemarin Jo Youngmin membawamu pergi? Kau tau foto kalian sudah beredar di internet, dan paling banyak dicari tentunya?”
“Ne?” aku menyalakan komputer dengan gugup dan langsung mencari berita itu, dan benar saja foto kami sudah berdar tapi untungnya wajahku tidak terlalu terlihat dan apa ini? Paling dicari dalam kategori “Berpelukan?” “Aigo.. harusnya aku melepaskan pelukannya kemarin.”
“Apa Yoo Shi? Kau bergumam apa?”
“Aniya... aku hanya bersyukur wajahku tidak terlihat, hehehe.”
“Oya katanya MV comeback Jo Youngmin akan segera dirilis beberapa menit lagi, sekarang kan sudah pukul 10. Ah.. Park Jung Soo sangat bekerja keras untuk ini.”
“Apa secepat itu?”
“Memangnya kenapa? Hey bagaimana kalau kita menontonnya bersama, tinggal lima menit lagi.”
“Sebaiknya kau tidak melihatnya.”
“Memang kenapa?”
“Hah? Eng.. ani..”
“Kau sangat tidak jelas hari ini Yoo Shi-ah.” -_-“
“Ya Tuhan, semoga wajahku tidak terlihat dengan jelas, dan adegan itu semoga dihilangkan. Hiks.. bagaimana kalau mereka tau bahwa itu aku. Hiks.. eottohke :’(“
“Yoo Shi-ah MVnya sudah dirilis.”
DEG. Tamatlah riwayatku kali ini.
“Eh, model ini rasa-rasanya tidak asing... siapa dia? Artis Gyuri? Ah bukan, bahkan ini lebih cantik daripadanya, oh mungkin model baru. Yoo Shi-ah kau yakin tidak ingin melihatnya?”
“Tidak.” Drrrt drrrt ponsel ku bergetar, omo Jo Youngmin! “Aku ke toilet sebentar Min ah.”
“Ne~” sedetik kemudian aku sudah berlari kencang menuju toilet dan duduk diatas closet duduk.
“Yoboseo? Waeyo?”
“Kau sudah melihatnya?” katanya diseberang sana.
“Apa?”
“MV kita.”
“Belum, belum sempat aku sedang sangat sibuk sekarang.”
“Oh..” ada apa ini? Apa dia? Nadanya terdengar aneh. “Ya sudah kalau begitu, aku harap kau melihatnya juga. Annyeong.”
“Em... ne Annyeong.” KLIK. Hash! Lagi-lagi dada ini terasa sesak seperti semalam, kenapa denganku? “Aigo... ini sangat menggangguku.”
Aku kembali ketempatku tapi tahu-tahu Min Ah sudah berdiri di depanku menghalangiku masuk ke dalam box kerjaku.
“Ada apa kau berdiri disitu?” tanyaku sedikit bingung. Ia malah melihatku dari atas ke bawah dan sebaliknya.
“Aku rasa itu kau, eh? Apa mungkin perasaanku saja ya? Ah kita buktikan, ayo ikut aku, aku baru saja mendownload MV Jo Youngmin. Kau harus melihatnya.” Tanpa hitungan satu-dua-tiga Min Ah sudah menyeretku menuju boxnya.
Jo Youngmin aku sudah melihatnya... setiap adegan didalam MV itu kembali mengingatkanku pada saat pembuatan Video musiknya sendiri, melelahkan sekaligus menyenangkan. “Omo!”
“Kenapa ini hanya adegan kissing saja. Eh? Wajahmu memerah, kau sakit?”
“Aniya, ia menciumnya.”
“Ne... Jo Youngmin sangat hebat berakting.”
Video musik itupun selesai. “Tahu tidak...” Min Ah menoleh kearahku.
“Apa?” ku raih sebotol air mineral dimejanya dan meminumnya.
“Aku rasa model itu mirip denganmu Yoo Shi.”
“Ne? Uhuk uhuk uhuk ohok ohok ohok”
“Aigo... kau sebaiknya hati-hati.” Min Ah menepuk-nepuk punggung belakangku. “Kenapa kau terlihat sangat terkejut sekali. Apa jangan-jangan...” aku menghabiskan air mineral itu dengan cepat mengetahui arah pembicaraan Min Ah yang semakin terlihat. “Apa memang benar kau model MV itu? Benarkan? Aku tidak salah menduga? Perempuan itu sangat mirip sepertimu Yoo Shi-ah.”
“Aniya.. itu tidak benar.”
“Aigoo... wajahmu sangat merah kali ini, aku sudah mengenalmu sejak lama sebelum kita bekerja disini, aku sangat hafal bagaimana kau, lihat itu kau bicara tidak melihat mataku, aku tau kau sedang berbohong. Palliwa! jigeumeun malhaebwa!” aaaa.... sekarang aku benar-benar tidak bisa berkutik lagi!!!
“Ara... itu memang aku. Kau puas?”
“Geuge dayeyo?”
“Jo Youngmin sendiri yang memintaku, ceritanya sangat panjang aku tidak bisa menjelaskannya dengan terperinci, kemarin saat ia menarikku kami langsung ke lokasi dan melakukan syuting dan aku tentu saja belum berpengalaman dalam hal itu.”
“Ahh... kau sangat berbakat Yoo Shi-ah, aktingmu sangat bagus, aku bisa merasakan cerita di dalamnya, kau sangat hebat.”
“Kau tidak marah?”
“Ne? Marah? Untuk apa aku marah, justru aku senang sahabatku sekarang muncul di MV Jo Youngmin, sebentar lagi kau akan terkenal Yoo Shi-ah, tapi...” Min Ah mendekatkan wajahnya kepadaku sambil memperhatikan wajahku lekat-lekat.
“Apa?” tanyaku.
“Bagaimana rasa ciuman milik Jo Youngmin”
“Oh.. dia... m.. MWORA? APA KAU BILANG?!!!!”
Jo Youngmin POV
“Kau sudah melihatnya?”
“Apa?”
“MV kita.”
“Belum, belum sempat aku sedang sangat sibuk sekarang.”
“Oh..” tepat seperti apa yang aku pikirkan, ia pasti belum melihatnya, mungkin cinta ini memang bertepuk sebelah tangan. “Kau sangat payah Jo Youngmin!” rutukku kesal. ““Ya sudah kalau begitu, aku harap kau melihatnya juga. Annyeong.” KLIK. “Jo Youngmin jangan mengharapkan  wanita itu lagi, dia tidak akan membalas perasaanmu, sebaiknya pikirkan saja comebackmu hari ini. Jangan kecewakan fansmu. Fighting.”
Author POV.
Studio KBS sangat ramai dan sesak hari ini, hampir semua tempat duduk yang tersedia penuh oleh remaja yang ingin melihat idolanya yaitu Jo Youngmin mengadakan comeback setelah hiatus selama 2 tahun. Teriakan histeris penonton menggema sesaat setelah Jo Youngmin naik keatas panggung.
“Yeorobun~~~ aku akan berusaha kali ini.” Begitu kata Jo Youngmin setelah melihat fansnya.
Musik dimainkan dan ia mulai menyanyi.
“MV Jo Youngmin berjudul “Summer Breeze” mencapai 1 miliyar viewers di Youtube dalam waktu dua jam! Dan All Kill diseluruh chart di Korea! Ini penghargaan besar setelah Hiatus selama dua tahun!” itulah beberapa judul artikel yang diposting hari ini dan para netizens sibuk mengomentarinya.
Satu bulan kemudian.
Kim Yoo Shi POV.
Satu bulan sudah berlalu setelah pembuatan Video Musik itu semuanya juga sudah kembali seperti semula, aku dan Youngmin tidak saling berhubungan lagi.
“Mengapa sekarang aku sangat merindukannya? Aigo.. Yoo Shi-ah hentikan pikiran ini.” Aku memukul pelan kepalaku yang mulai aneh ini.
“Yoo Shi-ah lihat ini! Tuan park memberi kita tiket nonton konser Jo Youngmin!” Min Ah memeluk ku dari belakang dan membuatku sulit bernafas. Kebiasaannya saat senang memang tidak pernah berubah -__-“
“Oya? Dalam rangka apa?”
“Karena rancangan kita akan mulai di produksi dan akan dipasarkan!”
“Jinjja????” dan Min Ah pun mengangguk. Aku dan dia mulai bersorak dan berjingkrak-jingkrak saking senangnya, hehehe ^^V
Beberapa jam kemudian.
Aku dan Min Ah sudah berdiri tepat di depan panggung.
“Ah tuan Park, aku kira ini tiket VIP rupanya kita hanya diberikan tiket festival saja, apa jadinya betis ini berdiri selama 4 jam!” gerutu Min Ah tepat di telingaku.
“Hahaha.. hey, kita harusnya berterimakasih karena tidak disuruh membayar tiket ini, lagi pula salahmu sendiri memakai heels,kkkkkkk”
“Haish.. sepertinya kau senang melihatku menderita.”
Atraksi fireworks sudah dimulai dan Jo Youngmin muncul dari bawah panggung, ia mulai menyanyikan lagu pertama. Semua orang berteriak dan membuat telingaku sedikit berdengung, “aigo... fanatik sekali mereka!”
Kami menikmati pertunjukannya sampai saat terakhir. Lalu kemudian Jo Youngmin berdiri di tengah panggung.
“Annyeong yeorobeun, terima kasih sudah datang. Aku tidak menyangka akan seramai ini, oya disini aku mempunyai beberapa merchandise yang khusus aku persembahkan untuk fansku...” seluruh penonton berteriak histeris lagi. “Hanya ada 10 album dan jaket disini, oya satu lagi akan ada hadiah special bagi satu fans yang beruntung.” Penonton kembali riuh. “Baiklah aku akan menghubungi nomor kalian masing-masing. Jadi pegang benar-benar ponsel kalian yang beruntung aku harap naik ke atas panggung.”
“Lagi-lagi perasaan ini, Yoo Shi jangan berharap kau salah satu dari mereka.”
Sembilan fans sudah naik ke atas panggung, oh tidak mungkin aku akan mendapatkannya juga, persetan dengan merchandisenya! Aku hanya ingin melihat Jo Youngmin dari dekat saja!
“Yeah!” seseorang di belakangku berteriak dan ia segera berlari naik ke atas panggung menemui Youngmin.
“Yoo Shi... terima saja kekalahanmu, kau tidak akan bertemu dengannya lagi. Fyuuuhhh :’(“
“Baiklah, berati sekarang saatnya hadiah utama!” teriak Youngmin melalui pengeras suara. Penonton tidak lagi riuh sekarang malah sangat sunyi, entahlah ini sangat menegangkan terutama bagiku pribadi.
Lagu milik Owl City- When Can I see You again menggema di seluruh ruangan. Ku dengar semua orang terutama di belakangku saling berbisik. Tiba-tiba Min Ah mencubitku.
“Aw! Ada apa mencubitku?” tanyaku ketus.
“Hey.. itu kau Yoo Shi! Ponselmu!”
“Apa?” tanyaku bingung, aku mengangkat ponselku dan semua orang sudah melihat kearahku.
“Kau orangnya! Kau yang memenangkan hadiah utamanya!” teriak Min Ah sambil mengguncang-guncangkan tubuhku.
“Siapapun dia, aku harap kau naik keatas panggung.” Kata Youngmin.
Aku mulai berjalan ke arah tangga dan naik keatas panggung, aku bisa melihat mata Youngmin yang langsung membulat, mungkin ia terkejut dengan kedatanganku.
“Selamat nona.” Kata Youngmin sambil menjabat tanganku. Apa? Apa ia sudah tidak mengenaliku lagi? “Bawa kemari hadiahnya.”
Salah seorang staf membawa sebuah kotak berwarna pink dengan pita besar diatasnya kepada Youngmin, ia langsung memberikannya kepadaku.
“Untukmu nona.” Dan aku menerimanya. Setidaknya aku bisa melihatnya dalam jarak yang sangat dekat seperti sekarang ini. Begini saja aku sudah sangat bahagia ^^
“Yeorobun...” teriak Youngmin disampingku. “Aku ingin mengatakan sesuatu aku harap kalian menerimanya dan tetap mencintaiku, banyak yang bilang aku adalah seseorang dengan tipe yang sangat pemilih, dan benar itulah aku! Hahaha” aku bisa mendengar tawanya sedikit kaku. Tapi para penonton juga ikut tertawa dibuatnya. “Sekarang aku sudah menemukan pilihanku. Aku harap kalian mendukungnya menjadi kekasihku.” Dan semua penonton pun mengiyakan. “Aku hanya mengatakan kepada kalian saja lho. Baiklah aku akan meneleponnya untuk kalian sekarang.” Saat Youngmin mencari ponsel pribadinya di belakang panggung, aku pun kembali turun menemui Min Ah.
“ada apa dengan wajahmu?”
“Kau lihat dia tidak mengenaliku, ayo sebaiknya kita pulang saja, aku sudah tidak ingin berada disini.” Dengusku sebal dan menarik Min Ah menuju pintu keluar. Drrrttt ponselku yang satunya bergetar, seseorang menelepon. “Jo Youngmin”. “Lihat ini..” aku menyodorkan ponselku kepada Min Ah.
“Mungkin ia mau meminta maaf kepadamu Yoo Shi-ah angkat saja.”
“Huuh.. kenapa baru sekarang! Baiklah.” Klik aku menekan tombol jawab. “Yoboseo...”
“Oh Yoboseo...” Kata Youngmin diseberang telepon.
“Ada apa meneleponku?”
“Aku hanya ingin mengatakan, akalau aku mencintaimu Kim Yoo Shi.”
“Apa?”
“Aku mencintaimu, dari pertama kita bertemu, aku mulai menyukaimu, saat syuting Video Musik itu aku sadar kalau aku mencintaimu, aku tidak ingin kau berhenti meneleponku itu sangat menggangguku, kau tau aku tidak bisa tidur, aku ingin kau selalu bersamaku. Apakah kau mau menjadi kekasihku?”
“Aku.... tidak bisa..”
“OH.. sudah kuduga.”
“Tunggu dulu, aku belum selsai.”
“Baiklah lanjutkan.”
“Aku Tidak Bisa Menolakmu Jo Youngmin, aku juga mencintaimu....” KLIK.
OMONAAAAA~~~~~ teriak semua penonton kecuali Min Ah yang berdiri disampingku.
“Hey... aku bisa mendengar apa yang kau katakan barusan.” Min Ah menyikut lenganku.
“Bagaimana bisa?”
“Jo Youngmin meloudspeakerkan percakapan kalian kepada kami semua.”
“M.. mwora!”
“Kim Yoo Shi, aku tau kau masih berada disini, naiklah keatas panggung, aku menunggumu.” Seru Jo Youngmin dari panggung.
“apa yang harus ku lakukan? Eottohke?” oh Tuhan aku bingung harus melakukan apa sekarang ini.
“Naiklah ke atas panggung Yoo Shi-ah.” Min Ah lalu menarik ku menuju panggung dan mendorongku untuk menaiki tangga.
 Kini aku sudah berada di depannya, di depan Jo Youngmin. Aigo.. pipiku terasa panas, jantung ini mulai berulah lagi! Semoga ia tidak mendengarnya.
“Oh dia wanita penerima hadiah spesial tadi!” teriak salah seorang gadis dari arah penonton “Mereka pasangan serasi.” Tariak penonton yang lain dan semuanya kembali berteriak histeris.
“Aku kira hanya aku saja yang merasakannya.” Jo Youngmin menatapku.
“Aku pikir akan bertepuk sebelah tangan.” Kataku kemudian.
“Aku pikir kau sudah melupakan semuanya.”
“Aku kira kau sudah tidak mengenaliku lagi.”
“Kau tau aku ingin sekali melihatmu, bogoshipo Yoo Shi~~~” Jo Youngmin memelukku erat sampai-sampai sulit bagiku untuk menghirup oksigen.
Omonaaaa~~~~ kali ini teriakan penonton semakin nyaring terdengar.
“Saranghae Jo Youngmin” kataku sedikit berbisik di telinganya.
“Nado... saranghaeyo~~~” dan ia menciumku tepat di depan semua penonton!

The End

3 komentar:

  1. keren chingu~ Youngmin-ah... pengen jadi Yoo Shi rasanya! XD

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus